Selasa, 19 September 2017

4 Pilar Kebangsaan Indonesia

Memasuki era digital, masyarakat lebih cenderung untuk mencari informasi dari media sosial.  
Begitu banyak warganet yang memberikan berita di media baik itu hoax atau tidak.
Saat ini ada sekitar 43. 000 media yang tersebar di Indonesia, tetapi hanya ada sebagaian kecil yang tercatat resmi dan diakui akurasinya.



Maka dari sedikitnya media yang diaukui akurasinya semakin banyak juga berita hoax yang bertebaran di media sosial. 
Pemerintah khususnya MPR berharap para netizen dapat meminimalisir berita-berita yang tidak atau belum diketahui kebenarannya.


Saat ini MPR RI sedang mengsosoalisasikan 4 Pilar Kebangsaan yang mulai terancam di Indonesia. 
Pembahasan tentang 4 Pilar Kebangsaan dibuka dengan sambutan dari Ibu Siti Fauziah SE.MM selaku Kepala Biro Humas MPR RI
Dilanjutkan oleh Bapak Bambang Sadono SH,MH sebagai Ketua Badan Pengkajian MPR
dan ditutup oleh Bapak Ma'ruf Cahyono SH,MH sebagai Sekretaris Jenderal MPR.

Beliau mengatakan bahwa blogger dan netizen dapat dimanfaatkan sebagai media penyebaran berita positif. Yang mana untuk menarik pembaca, blogger dan netizen lah pelaku sosial yang tepat.


Pembahasan yang lebih mendasar tentang 4 Pilar MPR Kebangsaan adalah 

1. Pancasila
Pancasila yang termasuk didalamnya adalah dari Sila Pertama sampai Sila kelima. 

  • Sila Pertama 

Pesan yang mencangkup dari sila pertama adalah hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta Tuhan YME, kita sebagai warga negara wajib meyakini bahwa Tuhan itu Satu. Tuhan itu Esa. Tuhanlah yang wajib disembah dan diakui keberadaannya sebagai Sang Maha Esa dan sebagai Pencipta dari Alam Semesta ini.

  • Sila Kedua

Sebagai manusia yang yang hidup disuatu bangsa harus memiliki adab terhadap sesama, saling mencintai dan saling menghargai. Dimana hidup di suatu bangsa tidak dapat diciptakan dengan proses yang hanya dilakukan sendiri. 

  • Sila Ketiga

Persatuan yang akan selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia, sebagai bentuk rasa Cinta terhadap Bangsa, dan rasa terimakasih terhadap pendahulu kita yang telah berjuang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang diakui Dunia.

  • Sila Keempat

Segala sesuatu keputusan dapat diambil berdasarkan kata mufakat serta musyawarah yang dilakukan bersama - sama untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Kepentingan Negara dan masyarakat adalah sesuatu yang harus dikedepankan  dari kepentingan pribadi

  • Sila kelima

Adil selalu dikatakan mendapatkan hak yang sama, maka setiap masyarakat Indonesia wajib mendapatkan hak adil sebagai warga negara. Tetapi dengan nilai-nilai kebangsaan yang dapat diberikan oleh masyarakat tersebut.  

Dari penjelasan tentang Pancasila terdapat 18 nilai yang dianggap sebagai karakter Pancasila yang ada didalam pasal 3:

  1. Religius
  2. Jujur
  3. Toleran
  4. Disiplin
  5. Bekerjakeras
  6. Kreatif
  7. Mandiri
  8. Demokratif
  9. Rasa ingin tahu
  10. Semangat kebangsaan
  11. Cinta Tanah Air
  12. Menghargai prestasi
  13. Komunikatif
  14. Cinta damai
  15. Gemar membaca
  16. Peduli lingkungan 
  17. Peduli sosial
  18. Bertanggung jawab.
2. Bhineka Tunggal Ika


Berbeda-beda tetapi kita tetap satu jua. Begitu banyak kebudayaan di Indonesia yang melingkupi suku, agama, ras, budaya dan karakter. Walaupun diciptakan berbeda dan tidak akan mungkin untuk dapat disamakan, tetapi demi menjunjung satu bangsa, kita harus tetap satu untuk Indonesia. 

3. UUD RI 1945

Yang merupakan dasar-dasar negara Indonesia yang akan selalu dijunjung untuk mencapai sebuah tujuan dan keputusan.

4. Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sabang sampai Merauke, Ujung Barat sampai ujung Timur semua itu adalah negara kesatuan Indonesia yang tidak akan pernah terpecahkan dan akan selalu dijaga sebagai aset Bangsa Indonesia.

Dari 4 pilar Kebangsaan Indonesia, kita sebagai warga negara wajib menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan serta ikut berpartisipasi dalam hal membantu menjaga dan melestarikan segala aset yang sudah dimiliki oleh Bangsa Indonesia. 


Novia