Jumat, 21 Juli 2017

Liburan yang tidak akan pernah terlaksana

Dia adalah kekasihku.. Cinta pertamaku..
Dia lah sosok lelaki yang selalu aku banggakan. Bagiku Dia adalah segalanya..
Aku sangat mencintainya, begitu pula dengannya yang sangat mencintaiku..
Buatku, saat bersamanya adalah moment yang sangat bahagia. Yang akan selalu aku ingat dan selalu aku kenang. 
Dia begitu sempurna sebagai seorang laki - laki. Parasnya yang rupawan, hatinya yang baik dan lembut, begitu menghormati wanita dan begitu mencintai diriku. Dialah cintaku. 

Ada satu masa dimana aku kehilangan sosoknya yang luar biasa.. Disaat itulah rasanya langit ini seperti runtuh menimpa seluruh tubuhku.. Aku kehilangan dirinya. Kehilangan seseorang yang sangat aku sayangi dan aku cintai. 
Aku merasa duniaku telah berakhir.. Tidak ada lagi lelaki yang begitu mencintaiku. 

27 Juli 2007 dia pergi meninggalkanku untuk selamanya.. Dia telah jauh dariku dan tidak akan pernah kembali lagi.. 
Hanya tetesan air mata yang bisa aku keluarkan. Begitu berat rasa hatiku kehilangan dirinya..
Tinggal doa disetiap sujud shalat yang bisa aku berikan padanya. Berharap setiap ayat yang aku ucapkan, dapat membangunkannya dan mempermudah dirinya disisi Tuhan YME..



Papa... Semoga tidurmu selamanya membuat dirimu lebih dekat dengan Sang Pencipta.. Aamiin..


Empat tahun sebelum kepergiannya, beliau mengidap penyakit stroek. Beliau harus berbaring lemah di ranjangnya.. Berjalan menggunakan kursi roda, Tangan yang selalu terlunglai lemas dan tatapan yang kosong. 
Begitulah kesan terakhirku padanya...

 Disaat aku kecil, hidupku amatlah bahagia. Hampir setiap kepulangannya dari kantor, kami sekeluarga selalu diajaknya berjalan - jalan. Bahkan disaat urusan pekerjaan sekalipun yang mengharuskan keluar kota, aku selalu diajak untuk menemaninya.. 
Buatku saat itu bukanlah bekerja, melainkan liburan yang terus menerus.. 

Aku termasuk anak sekolah yang sering izin tidak masuk, karena aku lebih suka ikut Papaku bekerja keluar kota dibandingkan harus pergi kesekolah.. 


Diusiaku yang ke 20 aku sudah harus bekerja untuk menafkahi diriku sendiri dan melanjutkan pendidikan kuliahku dengan biaya sendiri. Dan saat itu pula aku mulai bekerja sambil kuliah dan juga bekerja paruh waktu.. 
Aku bekerja disebuah perusahaan swasta yang bergelut dibidang penerbangan, dan aku mengambil kerja paruh waktu sebagai Tour leadder disebuah perusahaan lainnya.. Mungkin hobi jalan - jalanku dari kecil tak pernah hilang sampai aku dewasa. Sehingga aku suka bekerja sambil travelling. 

Begitu banyak destinasi tempat wisata yang sudah aku datangi, tapi semua itu berasa kurang tanpa ditemani dengan seseorang yang sangat spesial dalam hidupku.. Aku berharap suatu saat aku bisa pergi travelling dengan papaku.. Kemanapun tujuannya, aku hanya ingin berjalan - jalan dengan beliau. 


Karena kondisi papa yang tidak memungkinkan untuk diajak traveling keluar kota, aku sampai pernah nekad berjalan - jalan dengan papaku berkeliling kota menggunakan sepedah motor.. 
Tangan kanannya memelukku dari belakang, dan tangan kirinya memeluk tongkat untuk membantunya berjalan.. 
Tetesan air mataku disaat itu selalu membasahi pipiku.. "Aku memang ingin berjalan - jalan dengan beliau, tapi tidak denga cara seperti ini".. Maafkan aku Papa... Aku tidak bisa membawamu pergi jauh seperti kau membawaku disela - sela pekerjaanmu...

Ingin rasanya aku berlibur berdua denganmu, tapi itu hanyalah sebuah keinginan yang tak akan pernah tercapai...



Love
Novia

Posting Komentar