Rabu, 02 Agustus 2017

Anak Berkebutuhan Khusus = Target Bulliying !!!


pic by Google
Belum lama ini kita di hebohkan denga berita viral tentang buliying di sebuah kampus di Jogja. Korban yang dibuli adalah seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus atau biasa disebut late response. Tapi sebelum kita mengatakan Anak berkebutuhan khusus itu seorang yang late response, kita harus mempelajari dulu siapa mereka dan bagaimana mereka. 

Berkisah dari seorang ibu yanng memiliki anak berkebutuhan khusus. Beliau merupakan ibu yang bisa dikatakan adalah seorang malaikat dan memiliki hati serta kesabaran yang ekstra. 
Kenapa demikian?

Setiap anak yang memiliki kebutuhan khusus memiliki kemandirian yang kurang sebanyak 90%. 
Mereka adalah anak - anak yang sangat special. Mereka memiliki tata cara berbahasa yang kaku dan bisa dikatakan cukup membosankan. Mungkin untuk seorang anak normal seuntai kalimat "gak papa" akan dimengerti secara mudah. Tetapi untuk seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus kalimat itu tidak memiliki arti dan tidak dimengerti.. Kita harus mengatakan dengan bahasa yang lebih baku yaitu "tidak apa - apa". Kata tidak dan nggak memiliki arti yang sama, tapi itu merupakan perbedaan antara kata baku dan tidak baku. Dan kata baku itulah yang selalu digunakan oleh seorang anak berkebutuhsn khusus.

Anak berkebutuhan khusus sebaiknya disekolahkan di tempat yang khusus juga. Sekolah itu dinamakan sekolah inklusi. yaitu sekolah untuk anak - anak yang berkebutuhan khusus agar mereka dapat melatih daya fokus serta mendapatkan ketenangan yang lebih. 
Penanganannya pun tidak sama dengan anak yang sekolah disekolah reguler. 
Untuk satu kelas biasanya diisi oleh 7 atau 8 anak dan ditangani oleh 4 guru. 

pic by Google
Bentuk terapi yang ada di sekolah inklusi adalah 

  • Terapi Wicara ( TW )
  • Okupasi Terapi ( OT )
  • Sensorik Integrasi
Kita bahas satu persatu ya...


1. TW atau biasa disebut Terapi Wicara 

Terapi yang difokuskan kepada anak agar dapat lancar dalam berkomunikasi dengan orang lain. Baik itu dengan sesama yang memiliki kebutuhan khusus atau tidak. 
Terapi Wicara yang dijalankan adalah sebuah terapi yang menggunakan kata baku dalam kehidupan sehari - harinya. Tujuannya agar setiap anak dapat mengerti secara pasti arti dari kata - kata yang telah diucapkannya. 

2. OT atau Okupasi Terapi

Okupasi terapi adalah terapi lanjutan setelah anak bisa melakukan komunikasi secara langsung. Okupasi Terapi ini adalah terapi dalam bidang tulis menulis. Jadi apabila anak sudah lancar dalam berkomunikasi, maka anak tersebut harus melanjutkan tahapan terapi ke Okupasi Terapi yaitu menulis.


3. Sensorik Integrasi 


Sensorik Integrasi merupakan terapi motorik keseimbangann tubuh. 
Hampir setiap anak yang berkebutuhan khusus, biasanya tidak melewati tahap perkembangan yang seharusnya. 
Misalkan biasanya seorang bayi harus melewati masa merangkak. tapi sebahagian anak berkebutuhan khusus tidak melewati tahap tersebut. Maka disaaat terapi, masa - masa yang terlewati tersebut harus diulang dan dilakukan kembali. 

Menghadapi seorang anak yang berkebutuhan husus tidaklah mudah. Lingkungan keluarga yang harus mendukung, finansial yang juga harus mendukung serta kesabaran orang tua yang utama harus ekstra dibandingkan memiliki anak -anak yang biasa. 

Anak Berkebutuhan Khusus harus melakukan proses terapi. dan proses itu tidak bisa ditentukan berapa lama, mungkin bisa hingga dia dewasa. 
Tujuan utama dari terapi adalah agar anak tersebut dapat mandiri kelak disaat beliau tidak memiliki seseorang yang dapat membantunya. Karena tidak semua orang tua bisa mendampimginya hingga dewasa, atau bahkan keluarga yang tidak selalu ada disampingnya. Sehingga apapun alasaannya, anak berkebutuhan khusus harus menjadi anak yanng Mandiri

pic by Google

Begitu banyak anak berkebutuhan khusus yang berhasil hidupnya dan memilli karier yang cemerlang. Jadi tidak semua anak berkebutuhan khusus merupakan target bulliying, terkadang mereka akan lebih sukses dibanding anak lainnya. Semua tergantung bagaimana support dari orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar. 
Intinya mereka akan survive dan mereka harus survive

pic by Google


Terimakasih mba Ayu  Tanimoto telah mengangkat tema ini, saya sangat antusias dalam membahasnya..
Terimakasih my sista Vivi atas sharringnya 😘... 

Love
Novia
Posting Komentar