Sabtu, 12 Agustus 2017

Denias Senandung di Atas Awan

Menceritakan tentang Negeri Papua tidak akan pernah ada habisnya...
Dari masyarakatnya yang ramah, Lingkungan dan alam yang indah serta kerja keras penduduknya untuk mencapai sesuatu yang diinginkan..

Denias..

pic by Google

Kisah nyata tentang seorang anak suku pedalaman Papua bernama asli Janias yang memiliki cita - cita tinggi ingin bersekolah di tempat yang layak serta mendapatkan kwalitas pendidikan yang bermutu.

Seluruh settingan film Denias ini berlokasi di tanah Cendrawasih. Kita bisa melihat bagaimana indahnya Pulau Papua dan bagaimana kebiasaan masyarakat sekitarnya.

Sebagian besar lokasi syuting bertempat di daerah kerja PT Freeport Indonesia sebuah perusahaan tambang asing yang bergerak di bidang pertambangan tembaga dan emas di Papua.

Lokasi perkampungan Denias mengambil tempat penyutingan di kawasan pegunungan Wamena. Rumah rumah yang dipakai untuk syuting merupakan rumah asli masyarakat setempat namun juga sebagian dibangun untuk kebutuhan syuting. Sebagian penduduk setempat juga berperan sebagai figuran.

Sedangkan untuk syuting sekolah Denias, semuanya bertempat di SD-SMP YPJ Kuala Kencana. Sebagian besar figuran dalam adegan sekolah di film ini merupakan siswa-siswi YPJ Kuala Kencana sementara beberapa guru tampil sebagai cameo.

YPJ Kuala Kencana merupakan satu dari dua sekolah dasar dan menengah pertama yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Jayawijaya, dan bernaung di bawah bimbingan PT.Freeport Indonesia.

Alasan dipilihnya sekolah ini karena salah satu pemeran sekaligus produser film ini (Ari Sihasale) merupakan alumnus dari sekolah YPJ yang lain, YPJ Tembagapura. Alasan kedua adalah karena Janias merupakan alumnus dari YPJ Tembagapura juga.

Tempat - tempat lain yang juga digunakan dalam film ini adalah kota Timika dan Kuala Kencana.


Menceritakan tentang Denias sosok seorang anak dari sebuah suku dipedalaman Papua yang awalnya sudah bersekolah dasar umum di atas sebuah pegunungan, tenaga pengajar yang didatangkan dari Pulau Jawa sengaja didatangkan untuk membantu para murid - murid sekolah dasar untuk tetap bisa belajar dengan baik. Namun karena kondisi sekolahan yang hanya sebatas bangunan terbuka yang sangat kecil dan tidak memiliki tembok, maka disaat angin besar atau badai memungkinkan bangunan itu akan rusak. 

pic by Google

Suatu masa disaat guru yang mengajar harus kembali ke pulau Jawa, maka para murid tidak memiliki kesempatan lagi untuk bersekolah. Mereka terpaksa belajar dengan orang tua masing - masing dengan segala keterbatasan yang ada. Tapi tidak dengan Denias. Tekadnya yang kuat membuatnya harus berjalan puluhan kilometer untuk mencapai sebuah sekolah layak di Kuala Kencana Timika. 

pic by Google

Tidak semua anak bisa sekolah di sana, hanya anak dari karyawan dan anak - anak dari kepala suku yang mendapat kesempatan bersekolah di sekolah YPJ. 

Karena kepintaran Denias dalam pendidikan, maka dia diusahakan sedemikian rupa oleh salah satu ibu gembala disekolah itu untuk bisa bersekolah disana. Dan benar dengan segala jerih payah ibu gembala, Denias diterima disekolah itu dan akhirnya Denias mendapatkan beasiswa sampai kuliah di Australia dan bahkan Denias mendapatkan jaminan untuk bekerja disebuah perusahaan. 

Kisahnya yang begitu membuat orang terharu dan dengan segala tekad kuat, apapun bisa diraih. Serta cita -citanya untuk selalu bisa sekolah setinggi mungkin dapat dicapainya... Seperti cita - cita dari mba Sri Untari dan mba Ira Sulistiana yang selalu tak ada habisnya.

Teruslah bercita - cita dan teruslah berusaha, kelak kau akan mendapatkan hasil yang maximal...

Itu Sudahhhhhhh

Love
Denias
Posting Komentar