3 ( Tiga ) Tips Cara Mengatasi Rengekan dan Tangisan Pada Anak

Setiap pasangan Suami Istri selalu mendambakan adanya buah hati dari ungkapan kasih sayang diantara mereka.
Kehadiran anak adalah sebuah anugerah yang tidak bisa dihitung kebahagiannya, rasa syukur akan selalu terucap dari bibir kedua orang tuanya dan ucapan terimakasih terhadap Tuhan YME yang tiada henti.



Terkadang tidak semua orang tua dapat melaksanakan pola asuh dengan benar. Banyak dari kita sebagai orang tua yang selalu mengatakan " Iya " pada anak disaat jurus ampuhnya keluar, yaitu Menangis dan Merengek.

Rengekan atau Tangisan seorang anak yang berharap mendapatkan sesuatu adalah sebuah senjata yang dilontarkan anak terhadap orang tuanya, bahkan itu bisa menjadi jurus ampuh anak disaat apapun yang dimintanya agar tercapai, dan akan menjadi bumerang bagi orang tua.

Kita sebagai orang tua harus mulai mengenali prilaku anak sejak dini, dan mulailah untuk mengatakan " Tidak ".
Kuatkan pendirian serta hati. Karena setiap mendengar tangisan dan rengekan anak, hati seorang ibu selalu merasa iba yang mendalam dan akhirnya menjadi luluh dengan permintaan sang anak.

Mengikuti setiap kemauan anak bukan lah yang dianjurkan. Kita sebagai orang tua harus bisa memilah mana yang benar - benar dibutuhkan anak atau hanya merupakan keinginan yang sebenarnya bukan suatu kebutuhan.

Biasanya apa yang dilihat anak menarik, maka iya harus mendapatkan barang tersebut. Apapun caranya seorang anak akan berusaha sedemikian rupa agar orang tuanya dapat memenuhi keinginannya.  Terkadang anak akan menangis sekeras - kerasnya atau merengek sebisanya, agar hati orang tua luluh dan pasrah dengan keadaan. Tetapi itu sangat salah dengan selalu mengikuti keinginan anak.

Ada beberapa tips untuk mengatasi anak yang selalu mengeluarkan jurus ampuhnya dengan Merengek dan Menangis..



Berikut Tiga tips agar dapat mengatasi rengekan dan tangisan.
  1. Dekati sang anak, pegang kedua pergelangan tangannya, tatap kedua bola matanya dan katakan dari hati bahwa Ibu atau Ayah tidak dapat memenuhi keinginannya dengan alasan yang tepat. Serta jelaskan padanya bahwa tidak semua yang diinginkan harus dapat tercapai. Ada masanya kita dapat membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. 
  2. Biarkan anak meluapkan rasa sedihnya dengan menangis atau merengek. Beri dia waktu untuk melepaskan rasa sedih serta marahnya saat keinginannya tidak tercapai. Katakan padanya,        " Silahkan kamu menangis semaumu, ungkapkan rasa kesalmu, dan apabila semua sudah disalurkan, kamu bisa kembali pada ibu serta memeluk ibu. Tapi bukan berarti ibu akan mengikuti kemauanmu. Cara ini merupakan tips bahwa orang tua akan kuat mendengar anaknya menangis sampai seberapa lamanya, dan orang tua tetap pada pendiriannya, agar sang anak tahu bahwa dengan menangis selama apapun bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan sesuatu.
  3. Buat sebuah perjanjian terhadap anak seandainya akan melalukan suatu hal bersama - sama. Misalnya disaat akan keluar jalan - jalan bersama keluarga, orang tua sudah membuat perjanjian dengan anak dari rumah dengan mengatakan " kita hanya pergi keluar untuk berjalan - jalan. Jadi tidak ada rengekan atau tangisan yang bertujuan menginginkan sesuatu. Apabila kamu tetap melakukan hal itu, kita kembali kerumah dan tidak akan pergi keluar untuk saat ini"
Inti dari tips diatas adalah, sebagai orang tua kita harus lebih siap menghadapi anak - anak kita yang istimewa. Kita juga harus menjadi orang tua yang tegas, tetapi tetap menyayangi anak dengan sepenuh hati.



Tegas bukan berarti keras, dan tegas itu sangat diperlukan oleh orang tua, agar anak - anak kita dapat terlatih mentalnya serta prilakunya terhadap hal - hal yang baik.
Kuatkan hati kita sebagai orang tua, selalu dengarkan ungkapan anak. Apapun yang anak ucapkan adalah hal penting yang dapat dikatakan kepada orang tuanya. Yakinkan bahwa anak kita selalu berrati dimata kita.

Peluklah anak kita setiap ada waktu, bisikkan padanya bahwa " Kamu adalah anak ayah dan ibu yang terbaik, terhebat dan selalu menjadi kebanggaan Tuhan YME serta lingkungan sekitarnya" .
Tularkan selalu hal - hal positif terhadap anak, tunjukkan pada mereka bahwa orang tuanya begitu menyayangi dan akan selalu melindungi anaknya...

" Setiap hari kita mendapatkan keajaiban yang tidak kita sadari: langit biru, awan putih, daun hijau, mata seorang anak yang penuh rasa ingin tahu - mata kita sendiri. Semua adalah keajaiban" ( Thich Nhat Hanh - guru, penulis dan aktifis perdamaian )


Novia