Jumat, 08 September 2017

Kunlaptik 2017 Kemenkes RI bersama Blogger berkunjung ke Puskesmas Siderejo Kidul dan Duver Salatiga



Kami blogger kesehatan yang terdiri dari Blogger Semarang dan Blogger Jabodetabek diundang oleh Kemenkes RI untuk kunjungan ke Puskesmas Siderejo Kidul pada tanggal 29 Agustus 2017.
Agenda dari kunjungan tersebut adalah mengenalkan salah satu puskesmas yang terbaik di daerah Kidul.
Kami para Blogger dan rombongan Kemenkes RI disambut sangat baik oleh tuan rumah Ibu Nunuk Dartini SpD MSi sebagai ibu Camat Tingkir , Bp M Marhadi SKM sebagai kabid Kemkes Dinkes Kota Salatiga dan IBu Dr. Desi Vebriana Pananingrum sebagai kepala Puskesmas Tingkir Siderejo Kidul.

Menurut informasi yang diberikan oleh Dr. Desi Vebriana Paraningrum, puskesmas tingkir merupakan puskesmas yang satu - satunya memiliki berbagai fasilitas terlengkap. Seperti pengobatan serta pemeriksaan terhadap penyakit LGBT alias penyuka sesama jenis.
Begitu maraknya penyakit yang menjurus kepada HIV Aids di Kidul akibat pergaulan yang tidak wajar, membuat tingkat kenaikan HIV Aids cukup tinggi di wilayah tersebut. Hal ini membuat Puskersmas Siderejo Kidul harus melakukan tindakan serius agar dapat menekan penularan penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Puskesmas juga menyediakan Klinik Konseling yang meliputi Konseling Gizi, TB / Kusta, Sanitasi dan Sakit Jiwa.


Selesai mengikuti temu blogger bersama nara sumber, kami diajak untuk berkeliling melihat bagaimana kondisi langsung di Puskesmas.
Puskesmasnya cukup besar, rapih dan sangat bersih. Letak dari puskesmas tersebut juga tidak jauh dari Taman Kota Tingkir. Jadi bagi yang berkunjung ke Puskesmas Tingkir, dapat juga melakukan relaksasi di Taman Kota.
Taman kotanya memiliki play ground yang sangat bisa dimainkan oleh anak - anak kecil, dan cukup nyaman karena di kelilingi oleh pohon - pohon rindang yang membuat sejuk sekitar.


Kunjungan berikutnya adalah kami menuju DUVER ( Dunia Vektor dan Resovoir ), adalah sebuah tempat yang menampung berbagai jenis hewan yang cukup mengerikan bagi saya pribadi. Di Dunia Vektor Dan Resevoir yang berlokasi di Salatiga ini ada berbagai jenis nyamuk, kecoa, bermacam jenis tikus, kelelawar dan potensi penyakit yang ada di dalam tubuhnya, yang diteliti. Bahkan ditempat ini pengunjung juga dapat menikmati secara langsung karya seni yang terbuat dari specimen nyamuk, lalat atau kecoa.


Dra. Widarti, M.Kes, Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) B2P2VRP Salatiga, saat memberikan sambutan  kepada 50 Blogger Kesehatan dari Jakarta dan Semarang, beliau mengatakan dalam dunia kesehatan masyarakat, binatang bisa menjadi perantara untuk penularan berbagai penyakit, yang dikenal dengan istilah kelompok vektor dan reservoir.


Vektor adalah organisme yang bukan merupakan penyebab penyakit tetapi dapat menularkan, memindahkan agen penyakit dari suatu hewan ke hewan lain atau bahkan manusia, misalnya nyamuk sebagai vektor beberapa penyakit, yakni demam berdarah dengue (DBD), Malaria, Chikungunya, Filariasis, dan Japanese Enchepalitis (JE).


Sementara reservoir adalah hewan yang terdapat kuman pathogen di dalam tubuhnya, hidup bersama dan tidak terkena penyakit, namun kuman pathogen  tetap berbahaya bagi kesehatan manusia, misalnya tikus dan kelelawar.


Laboratorium yang terdapat disini cukup banyak, B2V2PRP memiliki sepuluh Laboratorium, diantaranya :

1. Laboratorium Virologi
  • ·         Inkriminasi vektor Malaria secara ELISA
  • ·         Uji resistensi vektor terhadap insektisida secara biokimia dan molekuler.
  • ·         Identifikasi pakan darah dengan teknik ELISA.
  • ·         Identifikasi molekuler spesies kompleks pada Anopheles
  • ·         Deteksi molekuler dan imunologi untuk : Arbovirosis (Japanese enchepalities, Dengue dan        Chikungunya),Hantavirus,Pes,Ricketsia,Bacillus thuringiensis H-14
  • ·        Pengembangan berbagai metode deteksi Leptospira patogenik secara molekuler dengan             PCR,  metode MLST, PCR single-step, PFGE dan MLVA.
2. Laboratorium Mikrobiologi
  • ·         Uji hayati pathogen terhadap jentik nyamuk vekto
  • ·         Pengembangbiakan kultur B. thuringingiensis H-14
  • ·         Isolasi B. thuringingiensis H-14 koleksi B2P2VRP
  • ·         Formulasi Bacillus thuringiensis H-14 koleksi B2P2VRP
  • ·         Enkapsulasi Bacillus thuringiensis H-14 koleksi B2P2VRP
  • ·         Identifikasi letospirosis menggunakan MAT (Microscopic Agglutination Test) sebagai gold        standar.
  • ·         Pengembangbiakan kultur bakteri Leptospir

3.Laboratorium Reservoir Penyakit
  • ·         Deskripsi bio-ekologi reservoir.
  • ·         Uji toksisitas pada rodensia.
  • ·         Pembuatan preparat rodensia, ektoparasit dan endoparasit.
  • ·         Kolonisasi ektoparasit (pinjal).
  • ·         Mempunyai kemampuan pemeriksaan histopatologi (tikus).


4. Laboratorium Parasitologi
  • ·         Pemeriksaan spesimen plasmodium malaria dan mikrofilaria
  • ·         Pembuatan spesimen plasmodium malaria dan mikrofilaria

5. Koleksi Referensi Vektor dan Reservoir Penyakit
  • ·         Pembuatan spesimen serangga vektor (pra dewasa dan dewasa)
  • ·         Pembuatan spesimen reservoir penyakit
  • ·         Identifikasi serangga vektor dan reservoir penyakit
  • ·         Penyedia dan pemelihara koleksi dan referensi untuk pelatihan serta DUVER
  • ·        Pemanfaatan serangga referensi untuk membuat karya seni. (lukisan mozaik dari nyamuk,          lalat, lipas, dll)

6. Laboratorium Pestisida Botani
  • ·         Melakukan ekstraksi berbagai tanaman yang disinyalir mengandung bahan insektisida
  •            Melakukan penelusuran berbagai tanaman yang mempunyai kemampuan untuk                          mengendalikan vektor penyakit


7. Lab Epidemologi dan Data Informasi
  • ·         Analisis epidemiologi sebaran penyakit.
  • ·         Analisis spatial distribusi vektor dan reservoir penyakit.
  • ·         Membuat peta penyakit,  peta vektor dan reservoir penyakit.
  • ·         Membuat peta penyakit,  peta vektor dan reservoir penyakit.
  • ·         Membuat peta resistensi serangga vektor terhadap insektisida.
  • ·         Membuat leaflet, poster, film, banner.
  • ·         Kajian promosi dan perilaku serta kebijakan kesehatan.
  • ·         Pengembangan metode penyuluhan pengendalian vektor dan reservoir penyakit.
  • ·         Bahan penyuluhan pengendalian vektor dan reservoir penyakit.
  • ·         Menganalisis keberhasilan program pengendalian VRP.
  • ·       Menganalisis pola penerimaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan terkait pengendalian      VRP.
  • ·         Pengembangan model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit tular vektor        dan reservoir.

8. Lab Hewan Coba
  • ·         Pemeliharaan marmut
  • ·         Pemeliharaan mencit Mus musculus


9. Lab Biorepositori
  • ·   Penyimpanan spesimen riset khusus vektor dan reservoir penyakit sebelum dilakukan analisa    lebih lanjut.


10.Resistensi

  • ·         Pengujian kelambu berinsektisida yang memiliki sasaran nyamuk resisten di daerah endemis malaria atau DBD.
Berkeliling di B2V2PRP memerlukan waktu yang cukup panjang, tempatnya yang luas dan juga seperti hutan kecil ditengah - tengah perkantoran serta berbukit - bukit membuat pengunjung ingin memasuki setiap sudut yang ada.  


Novia

Posting Komentar