I B U

Ibu....
Seseorang yang sangat berarti, yang takkan pernah terlupakan bahkan tersingkirkan dari fikiranku.
Disaat anak-anak lain merasa terganggu dengan keposesifan sang ibunda, aku merasakan hal yang berbeda. Setiap langkah dan arah yang akan aku tuju, aku pasti akan melibatkan ibu untuk selalu ada disampingku.

Tema Ibu kali ini merupakan tema arisan Gandjel Rel yang diberikan oleh Mba Chela dan Mba Noorma. 
Tapi itu hanyalah harapan dan ilusi semata.

12 tahun umurku saat itu, dan aku harus memutuskan satu keputusan yang sangat berat bagi seorang anak smp. Aku harus pergi meninggalkan ibuku yang tetap berkumpul dengan ayah dan kakak-kakakku.

1998 Ayahku yang notabennya adalah seorang pengusaha di Bandung, harus jatuh dari bisnisnya dan terpuruk dalam kebangkrutan. Kami kaka beradik sebanyak 6 orang harus saling mengalah dalam mengambil keputusan dlam hal sekolah. Mungkin bukan salah ayahku yang pada saat dimasa kejayaannya, dia memasukkan seluruh anak-anaknya kesekolah favorite di Bandung. Tapi memang masa yang akan berubah. Benar kata pepatah, ada saatnya roda akan diatas dan ada saatnya roda itu akan berputar hingga mencapai titik terbawah.

Itulah kami. Diamana kami harus melewati masa-masa sulit yang harus ditanggung bersama-sama. HIdup adalah pilihan, kita mau tetap maju atau tetap terpuruk dalam keadaan??

Syukurnya aku yang hanya seorang anak smp kelas 1 mulai mengambil sebuah keputusan berat yang tapi dapat menyelamatkan hidupku hingga aku dewasa. Aku mengambil keputusan dengan meninggalkan ibu serta ayahku di Bandung, dan aku pergi ke tanah Minang untuk tinggal dengan nenekku dan bersekolah disana. Rasa hati yang berkecamuk antara sedih, kesal, marah semua menjadi satu,.tapi ini adalah pilihanku sendiri.

sebelum aku mengambil keputusan berpisah dengan orang tuaku, ibu selalu membujukku untuk tetap inggal bersama mereka dan orang tuaku berjanji akan tetap memberikanku sekolah yang layak menurutnya. Tapi.. aku tidak sanggup melihat keterpurukan yang mendlam dalam hati ibuku, dan akan selalu aku lihat setiap harinya apabila kau tetap tinggal bersamanya.

Maafkan aku Ibu.. Keputusanku yang terberat saat itu adalah tetap meninggalkanmu dan tetap melanjutkan sekolahku yang masih panjang jalannya.

Sepanjang perjalananku menuju ranah Minang dengan jalu darat, aku menangis selama itu juga. 3 hari dua malam rasanya sangat jauh buatku hingga menuju btempat dimana nenekku sudah menunggu. 

Ibu....aku ingin pulang, aku ingin kembali kedalam pelukanmu bersama ayah dan kakak-kakakku.. Ibu.... jujur aku tidak sanggup untuk berpisah denganmu diumurku yang masih sangat belia ini. Aku masih sangat membutuhkan sosokmu yang selalu menemaniku dimanapun dan kapanpun..


Masa itu sangatlah sulit buatku dan rasanya sangat lama aku bisa bertemu ulagi dengan ibuku. Tiga tahun lamanya aku harus berpisah dengan keluargaku dan tanpa bisa bertemu sekalipun...

Ibu... cukup kali itu saja aku akan meninggalkanmu dan aku ingin tetap selalu bersamamu...
Tapip maafkan aku ibu, aku tidak bisa menempati janjiku padamu.. aku harus tetap jauh darimu hingga saat ini dimana aku bukan anak smp lagi tetapi sudah memiliki 3 anak laki-laki...

Aku akan selalu menanti kehadiranmu dirumahku ibu... 
Love Novia





3 komentar:

  1. *peluk mbak
    aku merinding bacanya

    BalasHapus
  2. Sedih ya mbak kalo harus berpisah dari ibu. Aku juga selama tk sampe mau masuk smp tinggal di rumah nenek dan berpisah dari ibu.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan Selamat menikmati harimu...