KABUT ASAP SUMATERA dan RIAU meresahkan Masyarakat

Payakumbuh 19 September 2019

Sudah hampir satu bulan ini kondisi udara di Sumatera Barat dan Riau sangat meresahkan. Asap selalu datang setiap hari. Pagi, siang, sore bahkan malam kami selalu diselimuti oleh asap..

Anak-anak sekolah sudah mulai diliburkan karena khawatir akan terserang penyakit ispa.. Kekhawatiran itu sudah terjadi.. banyak anak-anak yang sudah masuk rumah sakit berkali-kali karena asap.. sudah ada penanganan untuk anak ispa? Iya sudah dengan obat yang diberi setiap hari dan kembali ke rumah sakit lagi untuk terus berobat  karena asap tak kunjung habis..  kesiapa kami ngadu??

jalanan yang jarak pandangnya tidak sampai 200 meter 

Alhamdulillah aparat sudah mulai turun untuk memadamkan api yang katanya untuk lahan sawit minyak goreng.. Tapi hasilnya belum signifikan terlihat.. hiks sedihnya hutanku. Binatang-binatang penghuni hutan pun sudah mulai lemas dan banyak yang mati. 

aparat yang sudah ikut bertindak

Pak.. boleh aja sih menanam sawit di Riau, apalagi memang Riau itu gudangnya minyak, tapi yoo toh jangan tiap tahun dibakarin gini. Dan dalam setahun itu bisa berbulan-bulan asapnya.. gak kasihan sama anak-anak dan ibu hamil yang menderita ispa demi si minyak??

Ingin rasanya marah dan kesal, tapi sama siapa? 
Mahasiswa Riau sudah turun ke lapangan untuk berdemo asap, tapi apa akan dengan mudahnya asap itu hilang begitu saja? Jawabannya Tidak.. 

kualitas udara Pekanbaru yang sangat tidak sehat

Asap..
Kami sudah tidak pernah lagi membuka jendela dan pintu setiap harinya supaya asap tidak masuk ke dalam rumah. Kami sudah seperti diisolasi yang harus duduk manis saja dirumah dengan stand by alat nebulizer apabila anak-anak sudah mulai sesak nafas.. 
Anak-anak sudah tidak bisa lagi menikmati bermain sepedah di luar rumah dengan teman-temannya.. Yaa separah itu Asap disini.

pemandangan setiap hari didepan rumah dengan asap yang tebal

Asap.. 
Masker adalah aksesoris wajib kami setiap harinya. Mau jemur baju aja harus pakai masker.. ya baju yang baru dicuci langsung dijemur dan akan kering dengan sedikit aroma asap menempel pada baju bersih tersebut.. Biasa.. iya biasa banget di Riau dan Sumatera Barat seperti itu.. Tapi apa harus setiap tahun seperti itu??

Payakumbuh pun sudah wajib masker

Asap..
Langit yang biasanya setiap hari berwarna biru cerah dengan udara segar dan hawa dingin bisa kami nikmati setiap subuh dan pagi, sekarang shalat subuh pun hanya bisa dirumah, knp? karena kami gak mau asap mengepung paru-paru anak kami... Iya kami terkepung.. 

Terkepung asap yang sangat tidak sehat.. 
Korban yang sudah meninggal pun cukup banyak di Riau, tapi jangan sampai bertambah.. Pleasss

heli dan pesawat sulit untuk landing di Riau



kondisi asap Riau yang sangat mengkhawatirkan

Asap..
Kembalikan langit kami yang cerah, kembalikan udara kami yang segar dan kembalikan keceriaan anak-anak kami bermain di lapangan terbuka dengan pesawat kertas buatannya.. 

Curahan hati seorang Ibu beranak 3 yang tidak bisa membiarkan anaknya bermain diluar ruangan.

Love
Novia

















14 komentar:

  1. Sedihnyaaa... asap nya sampai pekat gitu ya Nov, padahal di depan rumah ya. Otomatis jadi nggak keluar rumah kalo seperti itu, bahaya kan bisa kena ISPA. Semoga ada solusi gimana caranya agar ada pengawas di hutan sawit karena katanya orang-orang yang membakar itu ada yang bayaran, tapi ada juga mereka yang memang memiliki lahan sendiri untuk ditanami sawit mereka sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba udah banyak banget korban yang ke na ispa.. kasian aku liat anak2 kecil. Anak sekolah juga udah diliburin hampir 2 minggu

      Hapus
  2. Duuh..nelangsa banget bacanya. Semoga segera dapat tertangani dengan baik dan tak ada lagi asap mengganggu. Sehat2 selalu ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. semoga secepatnya asap berlalu.. paling kasian sama anak-anak

      Hapus
  3. Tahun 1997 aku pernah menetap sementara di Palembang, mbak. Dan saat itu ikut merasakan kabut asap seperti ini, bener-bener menyiksa banget lho. Kalau kita bepergian, walau hanya sebentar, baju dan tubuh juga otomatis jadi bau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Jemur kain aja keringnya bau asap. Buka pintu juga langsung bau asap

      Hapus
  4. Subhanallah, semoga musibah asap segera berhenti. Minimal juga segera turun hujan. Aamiin.

    Yang sabar dan tabah ya mbak Domi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin.. alhamdulillah sekarang udah turun hujan dan asap udah berkurang. Senangnya aku

      Hapus
  5. Ya Allah, mengerikan banget. Aku hanya bisa mendoakan semoga asapnya makin berkurang, ya, Mbak. Wong, aku hanya bau asap berhenti di bangjo Semarang aja rasanya sesak banget, apalagi ini.

    Syukur-syukur Allah turunkan hujan di sana.

    BalasHapus
  6. Sedih banget, cuma bisa berdoa segera musim hujan di Sumatera dan Kalimantan untuk menghalau asap, tapi apa iya masalah kelar hanya dengan hujan datang, yang pasti orang dan perusahaan dibalik pembakaran ini harus ditindak tegas, karena bikin orang banyak menderita :(

    BalasHapus
  7. Mbaaa :( YaAllah aku beneran sedih baca berita2 ini terulang terus. Sedih, karena ini bukan yg pertama kalinya. Sedih, karena buat bernafas aja harus membayar mahal. Semoga segera terselesaikan mba permasalahan asap ini, dan ngga terulang lg di masa mendatang. Amiin ya Rabb

    BalasHapus
  8. Semoga Allah segera menurunkan hujan ya mbak, kalau memang bisa membantu mengatasi masalahnya. Namun tetap harus ada tindakan tegas buat pelaku dan perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan tersebut.

    BalasHapus
  9. Masya Allah mbak, ikut sedih banget bacanya. Kayak banjir di ibukota ya, langganan setiap tahun ��

    BalasHapus
  10. Per 25 September ini, asap sudah mulai berkurang kareana hujan buatan... (info dari TV)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan Selamat menikmati harimu...