Self Healing Menyembuhkan Luka yang Terdalam



Self Healing merupakan proses untuk menyembuhkan diri dari luka batin. 
Metode ini dilakukan saat seseorang menyimpan luka batin yang cukup mengganggu emosi pada dirinya. Self healing juga dapat berakibat kelelahan pada emosi seseorang. 

Sebahagian seseorang pernah mengalami kelelahan bathin pada dirinya, baik itu sedih yang berlebih atau bahkan perasaan yang membuat sangat tidak nyaman. 

Mungkin sedih berlebih itu disaat kita merasa kehilangan sesuatu atau orang yang sangat disayang. Saya pribadi pernah mengalami itu. Luka bathin yang sampai saat ini sulit untuk dihilangkan adalah disaat terakhir kalinya saya menerima telepon dari Papa..

Yaaa. hari itu 27 Juli 2007 pukul 17.30 saya menelepon papa yang berada diluar kota. Tepatnya di Batam sedangkan saya di Jakarta. 
Karena papa sedang sakit dan kita berjauhan, saya cukup sering telepon beliau agar bisa menghiburnya. Saat itu saya masih dikantor dan belum mau beranjak untuk lanjut ke kampus. 
Kangen...
Hanya itu perasaan saya pada papa...

Perbincangan kami cukup panjang, dari curhat gimana kerja seharian yang melelahkan, gimana kuliah saya yang setiap malam dan berulang setiap harinya, dan bagaimana saya harus melanjutkan hidup sendiri di Jakarta, serta masih banyak lagi yang kami bahas di telepon di hari itu. 

Sebelum telepon saya tutup, tiba-tiba papa nangis.. Terucap dari bibirnya


"kamu pulang ya hari ini ke Batam, papa kangen banget... satu hari aja, dan besok kamu balik lagi ke Jakarta untuk kerja"...


Jawaban saya, maaf pa...hari ini Novi gak bisa pulang, kerjaan Novi lagi banyak..Novi harus bikin laporan akhir bulan. InsyaAllah awal bulan Novi pulang ke Batam ya pa..Besok Novi booking tiket pesawatnya..

Beliau tetap nangis dan tetap memohon supaya saya bisa pulang.. Tapi jawabannya tetap sama.. "gak bisa pa" maaf....

Telepon saya tutup dan seperti biasanya saya membereskan meja kerja lalu beranjak untuk menuju kampus. Perjalanan dari kantor ke kampus tidaklah jauh, jadi saya bisa mepet waktu kalau mau kuliah.. 

Malam itu suara tangis papa selalu terngiang ditelinga dan pikiranku.. merasa sangat bersalah karena gak bisa memenuhi permintaannya.. Tapi saya menghibur diri sendiri dengan berkata, sebentar lagi juga pulang kok ke Batam.. Tinggal beberapa hari lagi.. Sabar ya papa..

Keesokan hari saya kembali bekerja seperti biasanya, tidak ada yang berubah..
Sama..
Pagi kekantor, jam 9 saya harus keluar kantor untuk bertemu klient, sore kembali kekantor dan berbincang-bincang dengan kerabat dikantor...
Ledakan tawa saya dan teman-teman cukup membuat ruangan itu rusuh... alias berisik.. hihi yaaa namanya juga udah capek seharian kerja, boleh lah ya bercanda sama teman-teman kantor..

Di jam yang sama dengan kemarin saat saya telepon papa, handphone saya berdering.. Kali ini namanya Feni.. yaa dia kakak perempuan saya yang tinggal di Batam dengan papa.. 

Saya mengangkat teleponnya dengan nada bercanda.. tapi ternyata diujung sana bukan kak Feni, melainkan mama..

Mama yang tiba-tiba nangis dan bilang "Novi sabar yaaaaa... Papa udah nggak ada"... Papa meninggal setelah shalat ashar...



Ya Allah.. dunia ini rasanya runtuh.. saya teriak sekuat mungkin dan handphone saya jatuh kelantai, tubuh saya lemas dan perlahan saya pun jatuh ke lantai.. 
Saya sudah gak tau apa mama masih ada di ujung telepon saya? yang pasti saya sudah dibantu teman-teman untuk duduk dan dipeluk oleh temanku dengan tujuan menguatkan..

Hari itu adalah hari yang sangat menyedihkan, hari yang membuat luka terdalam dalam diriku, bahkan sampai saat ini masih merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri, kenapa gak pulang ke Batam sehari sebelum papa meninggal.. disaat dia nangis-nangis meminta saya pulang, kenapa gak bisa mengabulkan permintaannya.. 

Permintaan terakhirnya..



Luka itu tidak akan pernah hilang didiriku.. Luka itu selalu ada, karena bersamaan dengan luka itu, saya tidak bisa melihat kembali senyum papa yang selama ini menemaniku..
Luka itu tidak pergi bersamanya... dan saya menyesal hingga sekarang. 



Untuk menyembuhkan perasaan bersalah yang mendalam, saya hanya bisa melakukannya kepada orang tersayang yang masih menemani sampai saat ini..
Mama...

Ya dialah orang yang akan selalu saya turuti kemauannya.. mulai dari hal kecil hingga yang besar.. Apapun yang beliau minta, selama saya bisa menurutinya..InsyaAllah akan selalu saya usahakan..

Saya tidak ingin memiliki perasaan menyesal untuk kedua kalinya.. 



Metode self healing yang saya lakukan hingga saat ini adalah selalu menghibur mama dan selalu menuruti permintaannya.. Dengan begitu saya bisa menyembuhkan luka dan mulai menghilangkan sedikit demi sedikit perasaan bersalah serta sedih yang mendalam.



Selain menghibur dan menuruti permintaan mama, saya juga selalu menekankan diri sendiri untuk selalu bahagia, dengan cara apapun.. Mulai dari memasak masakan kesukaan seluruh anggota keluarga, me time, ngopi, travelling dan stay cation dihotel.. 



Yaaa itulah metode self healing yang selalu saya lakukan untuk diri sendiri.. Selama saya merasakan bahagia, insyaAllah diri dan batin akan selalu sehat..


Cintai dirimu seperti kamu mencintai orang yang sangat kamu sayangi.. dan jadilah dirimu sendiri.

Love
Novia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan Selamat menikmati harimu...